Kunjungan Industri PUSLIT KOKA dan PT Mitratani Dua Tujuh

Setelah hampir beberapa waktu kegiatan kunjungan industri tidak dilakukan, pada bulan November 2016 kemarin Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas PGRI Banyuwangi akhirnya melaksanakan kegiatan rutinnya tersebut.

<?php
echo do_shortcode(‘
Arrow
Arrow
Slider
‘);
?>

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mengunjungi industri pangan dan pusat penelitian yang berada di Kota Jember. PT Mitratani Dua Tujuh yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang agroindustri yaitu budidaya pengolahan sayuran beku khususnya edamame. Komoditas hortikultura yang pertama kali dikembangkan oleh PT Mitra Tani Dua Tujuh adalah edamame (vegetable soybean) yang seluruh produksinya di ekspor ke Jepang. Pengembangan edamame sebenarnya didorong oleh kepedulian swasta terhadap program pemerintah dalam upaya untuk menekan impor kedelai. Setelah berhasil menembus pasar Jepang melalui edamame beku, PT Mitra Tani Dua Tujuh memperbanyak ekspor komoditi holtikultura lainnya seperti terong, kacang panjang, okra, dan lain-lain. Semuanya di proses dengan IQF (Individual Quick Frozen) dengan menyertakan prinsip-prinsip pendinginan dengan kontrol yang tepat untuk pasar Jepang.


Arrow
Arrow
ArrowArrow
Slider

Selain itu juga mahasiswa mendapat penjelasan mengenai pengolahan kopi secara kering dan basah. Dimana disana peserta diajak untuk melihat bak-bak fermentasi biji kakao dan kopi untuk menghilangkan pulp yang dapat mempengaruhi citarasa kopi dan kakao yang dihasilkan.

 

Peserta kunjungan juga mendapat kesempatan untuk melihat secara langsung proses pembuatan kopi bubuk dan kopi instan yang merupakan produk unggulan dari PPKKI. Selain itu peserta juga dapat meliha proses pembuatan biji kakao menjadi berbagai produk olahan seperti minuman cokelat bubuk, permen cokelat dan juga pasta cokelat. Kunjungan ini sangat menarik, namun sayangnya peserta hanya diijinkan masuk kedalam ruang produksi karena dikhawatirkan dapat mengkontaminasi hasil akhir dari produk yang dihasilkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *